BAB III
TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn “S” DENGAN GANGGUAN SISTEM
CARDIOVASKULER BERHUBUNGAN DENGAN INFARK MIOKARD AKUT
1. Pengkajian
1) Identitas Diri Klien
Nama : Tn ”S”
Umur : 55 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Desa Tanjung Dayang Indralaya
Status Perkawinan : Sudah menikah
Agama : Islam
Suku : Indonesia
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Swasta
Lama bekerja : -
Tanggal masuk RS : 22 November 2008
Tanggal Pengkajian : 24 November 2008
Sumber informasi : Klien, keluarga dan status
2) Riwayat Penyakit
1. Keluhan utama saat masuk RS
Klien mengeluh nyeri dada bagian tengah, nyeri tekan yang biasanya timbul setelah bekerja keras dan berkeringat dingin.
2. Riwayat penyakit sekarang
± 2 hari SMRS klien mengeluh nyeri dada bagian tengah nyeri yang diraakan setelah bekerja keras yang disertai keringat dingin, lalu klien minum obat yang dibelinya di apotik.
3. Riwayat Penyakit dahulu
Klien pernah mengalami penyakit Hipertensi, mempunyai kebiasaan merokok dan minum kopi.
4. Diagnosa Medis : Acut Infark Miokard (AMI)
a. Pemeriksaan Penunjang
1. Hasil Lab. Serial Enzym jantung abnormal
- SCOT : 13 (N : 37 mu/mi)
- LDH : 1350 (M : 120 – 450 V/i)
- CPK : 109 (N : 190 V/i)
- CKNB : 30 (N : 25)
2. Gambaran EKG : Abnormal
- DT Depresi di LEAD I
- T inerted di V1 + V2 – V3 – V4 – V5 – V6
b. Tindakan
- IVFD D5 5% ganti Rl gtt 15 – 20 tts / mnt mikro
- Infeksi lavenox : 2 x 60 mg/hr sub cutan
- Valisanbe tab : 2 x 5 mg/hr
- ISDN 5 mg tab : 3 x 1 / hr
- Laxadine syrup : 2 x sendok teh/hr
- Diet jantung III
3) Pengkajian Saat ini (Mulai Hari Pertama Saudara Merawat Klien)
1. Persepsi dan pemeliharaan kesehatan
Pengetahuan tentang penyakit / perawat klien tidak mengetahui, perjalanan penyakitnya yang bisa total akibatnya.
2. Pola nutrisi / metabolik
Program diit RS : diet Jantung III (nasi bubur)
- Intake makanan : dari awal masuk hingga dipindahkan keruang cempaka: diet jantung III dan IV diteruskan diet jantung IV stop, 3 x sehari yang snack.
- Intake cairan dari awal masuk sampai 9 juni 2005 dipasang infus dan minum air putih 4- 5 gelas sehari.
3. Pola Eliminasi
a. Buang air besar spontan frekuensi 2 x 3 dengan konsistensi biasa
b. Buang air kecil dipasang kateter : OS tidak nyaman dipasang kateter
4. Pola Aktivitas dan latihan
Kemampuan Perawat Diri 0 1 2 3 4
- Mandi
- Menggosok Gigi
- Mengganti Pakaian
- Mobilisasi
0 : Mandiri, 1 : alat bantu, 2 : dibantu orang lain, 3 : di bantu orang lain dan alat, 4 : tergantung total.
Oksigensi : O2 : 2 – 3 l/mnt disesuaikan dengan frekuensi pemapasannya.
5. Pola tidur dan istirahat
Lama tidur : 5 – 6 jam
Gangguan tidur : Tidak ada gangguan
Perawatan saat banun tidur : Tidak ada gangguan dan merasa segar pada
saat bangun tidur.
6. Pola Perceptual
Penglihatan : Baik
Pendengaran : Baik
Pengecapan : Baik
Kepala : Simetris
Leher : Bentuk normal, pembesaran kelenjar tidak ada kelainan lain juga tidak ada
Thorak : Bentuk simetris adanya nyeri lokal
Abdomen : Bentuk simetris
Inguinal : Tidak ada kelainan
Ekstremitas (termasuk keadaan kulit, kekuatan) ekstremitas atas dan bawah baik, keadaan kulit kasar kekuatan otot baik setelah mobilisasi bertahap.
Program terapi :
- Konsul kardio via telepon
- IVFD R1 stt 15 – 20 x/mnt mikro
- Injeksi levanox 2 x 60 mg
- Valisanbe 2 x 5 mg
- ISDN : 3 x 1 tab
- Lazadine 2 x 1 syrup
- Veravamid 2 x1 mg tab
- Diet jantung III
CP. 1
Nama : Tn. ”S”
Umur : 55 th
Diagnosa Medis : AMI
ANALISA DATA
No DATA ETIOLOGI MASALAH
1
2
3
4
DS
Klien mengatakan nyeri dada bagian tengah, rasa nyeri tekan yang biasanya timbul stelah bekerja keras yang disertai kebiasaan merokok dan minum kopi.
DO:
- KU lemah, kes, cm
- Klien keringat dingin
- IVFD Rl gtt 15 – 20/mnt mikro
- TD : 135 / 80 mmHg
- S : 370C
- N : 92 x / mnt
- RR : 22 x /mnt
DS :
Klien mengatakan nyeri dada
Klien mengatakan, aktivitasnya terganggu
DO :
- KU sedang, kes CM
- IVFD Rl 5 – 10 tts / mnt mikro
- TDI : 110 / 70 mmHg
- S : 370C
- N : 84 x /mnt
- RR : 20x/mnt
DS
Klien mengatakan nyeri dada berkurang, aktivitas terganggu yang tidak bebas bergerak
DO :
- KU sedang, Kes CM
- IVFD Rl gtt/mnt mikro
- TD : 130/50 mmHg
- S : 37,80C
- N : 84 x /mnt
- RR : 20 x/mnt
DS :
Klien mengatakan nyeri dada mulai hilang, klien ingin cepat pulang dan bekerja lagi
DO
KU Sedang, Kes CM
IVFD terpasang baik
TD : 120 / 70 mmHg
S : 360C
N : 84 x/mnt
RR 20 x/mnt Kerusakan pada otot miokard
↓
Suplay O2 kurang pada miokard
↓
Nyeri dada
Suplay O2 Kurang pada miokard
↓
Tirah baring
↓
Aktivitas terganggu
Suplay O2 kurang pada miokard nyeri dada
↓
Intake cairan kurang dari kebutuhan tubuh
↓
IVFD di pasang infeksi nasokomial
Kerusakan otot miokard
↓
Suplay O2 kurang pada miokard
↓
Aktivitas terganggu
↓
Tirah baring
↓
Mobilisasi bertahap
↓
Mobilisasi berlebihan Nyeri dada
Gangguan aktivitas
Infeksi nasokomial
Serangan AMI kembali
PRIORITAS MASALAH
1. Gangguan Rasa nyaman : nyeri dada b/d kurangnya suplay O2 pada miokard
2. Gangguan aktivitas b/d klien tirah baring dan terpasangnya alat-alat medik
3. Resiko terjadinya infeksi nasokomial b/d terpasangnya infus
4. Resiko terjadinya serangan AMI kembali b/d mobilisasi yang berlebihan.
CP. 1I
Nama : Tn. ”S”
Umur : 55 th
Diagnosa Medis : AMI
DAFTAR MASALAH
No Diagnosa Keperawatan Tanggal ditentukan Tanggal teratasi
1
2
3
4 Gangguan rasa nyaman : nyeri dada berhubungan dengan kurangnya suplay O2 pada miokard akibat kerusakan otot miokard, ditandai dengan klien keringat dingin.
Gangguan aktivitas b/d klien tirah baring dan terpasangnya alat-alat medik
Resiko terjadinya infeksi nasokomial b/d terpasangnya infus
Resiko terjadinya serangan AMI kembali berhubungan dengan mobilisasi yang berlebihan 24 – 11- 2008
24 – 11 - 2008
24 – 11 – 2008
25 – 11 - 2008
CP. 1II
Nama : Tn. ”S”
Umur : 55 th
Diagnosa Medis : AMI
RENCANA PERAWATAN
Tanggal No. DP Tujuan atau Kriteria Hasil Intervensi Rasionalisasi
24-11-2008 DP 1 Tupe :
Nyeri dada hilang
Tupan :
Dalamwaktu 2 x 24 jam nyeri dada berkurang - Anjurkan klien istirahat ditempat tidur dengan tirah baring
- Berikan posisi yang nyaman
- Berikan O2 2 – 3 liter/mnt
- pasang bedsie monitor
- Jalankan instruksi dokter dan kolaborasi bila diperlukan
- kontrol bedside monitor, EKG, V/S
- Berikan nutrisi sesuai dengan diet
- Catat intake dan output cairan.
- Dengan menganjur kan klien istirahat dapat mengurangi aktivitas yang menimbulkan serangan penyakitnya kembali
- Kliend apat istirahat dengan tenang dan nyaman
- Pemberian O2 dapat meningkatkan konsentrasi O2 pada otot miokard sehingga nyeri dapat berkurang
- Dapat memonitor setiap saat dengan memantau perkembangan klien
- Berkolaborasi dengan dokter membantu dalam pemberian therapy dan tindakan selanjutnya
- Memantau perkembangan penyakit serta kelainan pada penyakitnya
- Dengan memenuhi nutrisi sesuai kebutuhan
- Untuk mengetahui keseimbangan cairan antara intake dan output
24-11-2008 DP II Tupan :
Kebutuhan aktivitas terpenuhi
Tupen :
Dalam waktu 24 jam, aktivitas dapat terpenuhi - Bantuan aktivitas sesuai kebutuhan
- Hubungi petugas lab untuk pengambilan sampel darah
- Kolaborasi dengan dokter bila diperlukan - Dengan membantu aktivitas sesuai kebutuhan diharapkan kebutuhan akan aktivitas klien terpenuhi
- Dengan berkolaborasi dengan dokter diharapkan dapat membantu menentukan tindakan dan pengobatan
- Dengan menghubungi petugas lab untuk pengambilan sampel darah diharapkan dapat membantu dalam menentukan diagnosa.
24-11-2008 DP III Tupen
Infeksi nasokomial tidak terjadi
Tupen
Dalam waktu 24 jam infeksi, nasokomial tidak terjadi - Monitor tetesan dan cairan infus
- Lakukan perawatan infus setiap 2 – 3 kali sehari
- Awasi tanda infeksi nasokomial - Dengan memonitor tetesan dan cairan infus diharapkan dapat mengetahui jumlah intake dan output cairan
- Dengan melakukan perawatan infus setiap 2- 3 kali sehari diharapkan dapat mengetahui adanya tanda-tanda infeksi
- Dengan mengawasi tanda-tanda ifneksi nasokomial diharapkan dapat mengantisipasi timbulnya infeksi nasokomial
25-11-2008 DP IV Tupan
Serangan Ami kembali tidak terjadi.
Tupen :
Serangan Ami tidak terjadi - Lakukan prosedur perawatan sesuai dengan protokol yang ada
- Ciptakan lingkungan yang tenang sampai klien mobilisasi dengan baik - Dengan melakukan prosedur perawatan sesuai dengan protokol yang ada diharapkan dapat membantu prosedur penyembuhan.
- Dengan menciptakan lingkungan yang tenang dapat memperlancar proses penyembuhan.
CP. 1V
Nama : Tn. ”S”
Umur : 55 th
Diagnosa Medis : AMI
CATATAN PERAWATAN
Tanggal Pukul No. DP Implementasi Nama Jelas
24-11-08
24-11-08
24-11-08
25-11-08
09.00 WIB
11.00 WIB
12.00 WIB
10.00 WIB
12.00 WIB
09.00 WIB
12.00 WIB
13.00 WIB
15.00 WIB
DP I
DP II
DP III
DP IV - Menganjurkan klien istirahat ditempat tidur dengan posisi yang nyaman
- Memberikan O2 2 – 3 l/mnt
- Bedside monitor dipasang
- Injeksi lavenox 2 x 60 mg sub cutan
- Mengontrol bedside monitor, EKG, V/S dan keluhan klien
- Memberikan diet jantung III (bubur)
- Memonitor intake dan output selama 7 jam
- Membantu aktivitas pasien sesuai dengan kebutuhan
- Hubungan petugas lab untuk pengambilan sampel darah
- Therapi di tambah evathy 1 x 300 mg tab
- Memberikan diit jantung III + obat
- Monitor tetesan dengan cairan infus
- Melakukan perawatan infus setiap 2 – 3 kali sekali
- Mengawasi tanda infeksi nasokomial
- Memberikan diit jantung III + obat
- Melakukan prosedur perawatan sesuai dengan protokok yang ada dengan melakukan mobilisasi ½ duduk
- Menciptakan lingkungan yang tenang sampai klien mobilisasi dengan baik
- Memberikan diit jantung III + obat.
CP. V
Nama : Tn. ”S”
Umur : 55 th
Diagnosa Medis : AMI
CATATAN PERKEMBANGAN
Tanggal Pukul No. DP Catatan Perkembangan Paraf
24 -11-08
25-11-08
26-11-08
28-11-2008 12.00 WIB
16.00 WIB
20.00 WIB
01.00 WIB I
II
III
IV S : - Klien mengatakan nyeri dada bertambah
O : - KU Sedang, Kesadaran CM
- TD : 112 / 70 mmHg
- S : 360C
N : 82 x mnt
RR : 28 x /mnt
A : Masalah belum teratasi
P : Intervensi masih dilanjutkan
S : - Klien mengatakan mengerti dan merasa terbantu beraktivitas
O : - KU lemah, Kesadaran CM
- TD : 110 / 70 mmHg
- S : 370C
N : 83 x mnt
RR : 26 x /mnt
A : Masalah belum teratasi
P : Intervensi masih dilanjutkan
S : - Klien mengatakan untuk tidak di pasang oksigen
O : - KU lemah, Kesadaran CM
- Vital sign
- TD : 109 / 76 mmHg
- S : 360C
N : 84x mnt
RR : 23 x /mnt
A : Masalah masih belum teratasi
P : Intervensi dilanjutkan
S : - Keluarga klien mengatakan klien tidak sadar dari tadi sore
O : - KU melemah, Kesadaran Coma
- vital sign dalam keadaan menurun
- TD : 65 / 34 mmHg
- S : 36 0C
N : 9 x mnt
RR : 10 x /mnt
A : Masalah selesai karena pasien (+)
P : Intervensi diberhentikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar