Kamis, 14 Januari 2010

OSTEOARTRITIS

OSTEOARTRITIS

Pendahuluan

Osteoartritis adalah salah satu jenis peradangan sendi/artritis yang disebabkan oleh kerusakan dan penipisan tulang rawan/kartilago pada satu sendi atau lebih. Kartilago terdiri dari suatu protein yang menjadi bantalan antar tulang pada daerah persendian. Ia merupakan suatu material yang elastis yang menutupi dan melindungi ujung-ujung tulang. Pada sendi yang sehat, kartilago berperan sebagai “shock absorber” saat kita menumpukan berat kepada sendi. Permukaan sendi yang licin memungkinkan tulang untuk bergerak dengan lancar. Pada osteoartritis, kartilago ini menipis secara perlahan-lahan dan menjadi kasar serta tipis, dan terjadi penebalan tulang dibawahnya.1,2

Osteoartritis diklasifikasikan sebagai “non-inflammatory arthritis”, yang berarti tidak terjadi proses inflamasi (pembengkakan), namun penelitian akhir-akhir ini menunjukkan bahwa hal ini tidak benar. Meskipun biasanya tidak terjadi pembengkakan pada tahap awal penyakit ini, namun pada perkembangannya dapat terjadi pembengkakan. Kartilago yang ada dapat pecah dan rusak, dan mengapung di dalam sendi. Hal ini dapat mengganggu jaringan lunak sendi lainnya dan menyebabkan nyeri serta pembengkakan di antara tulang. Hal ini menyebabkan kesulitan penderita pada saat menggerakkan sendi. Selama sendi ini mengalami kerusakan, maka tulang akan membentuk gumpalan pada ujungnya, yang dikenal sebagai “spur” atau osteofit. Jika kartilago telah rusak seluruhnya, maka tulang-tulang akan saling bergesekan. Osteoartritis ini dapat menyebabkan timbulnya masalah lain, seperti melemahnya otot-otot yang menyokong persendian karena tidak digunakan, serta menghilangnya bentuk dan fungsi dari sendi tersebut. Osteoartritis juga dikenal sebagai penyakit degeneratif.3

Osteoartritis merupakan jenis artritis yang paling sering ditemukan, mengenai lebih dari 20 juta orang di Amerika Serikat. Frekuensi osteoartritis semakin meningkat seiring dengan peningkatan usia. Pada usia kurang dari 45 tahun, osteoartritis lebih sering ditemukan pada pria. Setelah usia 55 tahun, osteoartritis lebih sering diteukan pada wanita. Insidens osteoartritis lebih tinggi pada orang Jepang, sedangkan orang Afrika Selatan, India Timur, dan China Selatan lebih sedikit yang menderita osteoartritis. osteoartritis umumnya menyerang tangan, kaki, tulang belakang, dan sendi-sendi yang menahan berat badan seperti pinggul dan lutut.1,2

Penyebab1,2,3,4

Penyebab pasti dari osteoartritis sampai sekarang belum diketahui. Namun telah diketahui beberapa faktor risiko yang dapat mempermudah timbulnya osteoartritis. Osteoartritis primer umumnya dikaitkan dengan usia. Dengan penuaan, terjadi peningkatan kadar air dalam kartilago dan terjadi degenerasi protein dari kartilago. Perubahan biokimiawi pada awal degenerasi kartilago sendi menyebabkan perlunakan kartilago sehingga tekanan normal saja telah dapat menyebabkan kerusakan. Penggunaan berulang pada sendi selama bertahun-tahun akan menimbulkan iritasi dan inflamasi pada kartilago, sehingga menyebabkan nyeri dan pembengkakan sendi. Akhirnya, kartilago mengalami proses degenerasi dengan menipis dan membentuk celah-celah kecil. Pada kasus yang lanjut, terjadi kehilangan total dari bantalan kartilago di antara tulang, yang menyebabkan gesekan antar tulang, sehingga timbul nyeri serta keterbatasan gerak sendi. Inflamasi pada kartilago ini juga dapat menstimulasi pembentukan tulang baru di sekitar sendi. Osteoartritis kadang-kadang dapat ditemukan pada beberapa orang pada suatu keluarga, sehingga ia diduga merupakan penyakit herediter.

Osteoartritis sekunder disebabkan oleh penyakit atau kondisi lain. Kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya osteoartritis sekunder antara lain obesitas, trauma berulang atau pembedahan pada struktur sendi, sendi abnormal sejak lahir (kelainan kongenital), gout, diabetes dan kelainan hormonal.

Obesitas menyebabkan osteoartritis dengan meningkatkan stres mekanik pada kartilago. Bahkan, obesitas merupakan faktor risiko kedua terkuat setelah usia untuk terjadinya osteoartritis pada lutut. Perkembangan awal osteoartritis pada lutut pada atlet angkat berat dipercaya akibat tingginya berat badan mereka.

Trauma berulang pada jaringan sendi (ligamen, tulang, dan kartilago) dipercaya sebagai penyebab awal terjadinya osteoartritis pada pemain sepak bola. Namun, sampai saat ini belum ditemukan peningkatan risiko osteoartritis pada pelari jarak jauh.

Deposit kristal pada kartilago dapat menyebabkan degenerasi kartilago dan osteoartritis. Kristal asam urat menyebabkan artritis pada penyakit gout, sedangkan kristal kalsium pirofosfat menyebabkan artritis pada pseudogout.

Ada orang-orang yang dilahirkan dengan bentuk sendi abnormal (kelainan kongenital) yang rentan terhadap kerusakan mekanik, menyebabkan degenerasi awal dan hilangnya kartilago pada sendi. Osteoartritis pada pinggul umumnya dikaitkan dengan abnormalitas bentuk sendi ini yang telah ada sejak lahir.

Kelainan hormonal, seperti diabetes dan kelainan growth hormone, juga dikaitkan dengan kerusakan awal dari kartilago serta osteoartritis sekunder.

Wear and tear?

Osteoartritis dulu dianggap sebagai akibat penggunaan berlebihan pada sendi, atau dikenal juga dengan wear and tear. Penelitian saat ini menunjukkan bahwa penggunaan normal tidak menyebabkan perobekan. Aktivitas normal dan olahraga berdampak baik bagi persendian, dan tidak menyebabkan osteoartritis.


Gejala dan tanda1,2,3,4

§ Nyeri dan inflamasi

Dengan tidak adanya kartilago, tulang akan saling bergesekan langsung satu sama lain saat kita bergerak, sehingga menyebabkan nyeri dan inflamasi. Nyeri sendi umumnya berkembang secara bertahap dan dapat berupa nyeri tumpul atau tajam. Nyeri dapat bertambah berat pada pagi hari dan membaik dengan aktivitas. Aktivitas yang membutuhkan tenaga lebih dapat menyebabkan timbulnya nyeri.

§ Pembengkakan dan kekakuan

Sendi dapat menjadi kaku dan terlihat membengkak, membesar atau “keluar dari sendi”. Dapat timbul tonjolan di luar sendi. Kekakuan dapat timbul setelah sendi lama tidak digerakkan, misalnya setelah duduk lama.

§ Berkurangnya range of motion

Gerakan dapat menjadi terbatas dan sulit membengkokkan sendi

§ “Sticking” dan kelemahan

Fragmen longgar dari kartilago dan jaringan lain di sekitarnya dapat menyebabkan penguncian atau “sticking”(lengket) saat sendi digunakan, dapat berderik, berbunyi “klik”, gemeretak, atau menimbulkan krepitasi. Sendi yang terkena dapat kehilangan kekuatannya (atrofi) dan terkunci.

§ Deformitas dan kepincangan

Degenerasi progresif pada sendi lutut dapat menyebabkan suatu deformitas dan lutut menjadi bengkok, atau dikenal sebagai “bow legged”. Pasien dengan osteoartritis pada sendi yang menopang berat badan (seperti lutut) dapat terjadi kepincangan. Kepincangan ini dapat memburuk seiring dengan degenerasi kartilago. Pada beberapa psien, nyeri, kepincangan, serta disfungsi sendi dapat tidak membaik dengan pemberian obat-obatan atau pengobatan konservatif lainnya. Untuk itu, osteoartritis yang berat pada lutut merupakan penyebab tersering dilakukannya operasi penggantian lutut total di Amerika Serikat.

Osteoartritis pada tulang belakang dapat menimbulkan nyeri pada leher atau pinggang bawah. Spur yang terbentuk sepanjang tulang bekaang dapat mengiritasi saraf spinal, menimbulkan nyeri hebat, rasa baal, dan kesemutan pada bagian tubuh yang terkena.

Osteoartritis menyebabkan pembentukan pembesaran tulang yang keras pada sendi-sendi kecil di jari. Pembesaran tulang pada sendi-sendi kecil pada ujung jari disebut dengan Heberden’s node. Deformitas tulang terjadi akibat pembentukan spur dari osteoartritis pada sendi tersebut. Tonjolan tulang lain yang timbul pada sendi tengah jari pada pasien osteoartritis dikenal dengan nama “Bouchard’s node”. Nodus Herbeden dan Bouchard dapat tidak menimbulkan nyeri namun sering dikaitkan dengan keterbatasan gerak dari sendi. Gambaran karakteristik dari nodus ini dapat membantu dalam mendiagnosa suatu osteoartritis. Osteoartritis pada sendi pada pangkal ibu jari kaki dapat terlihat dengan pembentukan bunion.


Pemeriksaan penunjang1,2

§ Pemeriksaan darah, dilakukan untuk menyingkirkan penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan osteoartritis sekunder, serta menyingkirkan artritis lainnya yang menyerupai osteoartritis.

§ X-ray pada sendi yang terkena, menunjukkan adanya penipisan massa kartilago sendi, penyempitan ruang sendi di antara tulang-tulang yang berdekatan, dan spur formation. Pemeriksaan X-ray sederhana dpat sangat berguna untuk menyingkirkan peyebab nyeri sendi lainnya, serta membantu dalam memutuskan apakah diperlukan suatu tindakan operatif.

§ Arthrocentesis, dengan cara mengambil cairan sendi menggunakan jarum steril untuk analisa lebih lanjut. Analisa cairan sendi ini berguna untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit gout, infeksi dan penyebab artritis lainnya. Pengambilan cairan sendi dan injeksi kortikosteroid selama arthrocentesis dapat membantu mengurangi nyeri, pembengkakan, dan inflamasi.

§ Arthroscopy, merupakan teknik operasi di mana sebuah selang dimasukkan ke dalam ruang sendi. Abnormalitas dan kerusakan kartilago dan lgamen dapat terdeteksi dan kadang-kadang juga dapat diperbaiki melalui artroskopi ini. Jika berhasil, pasien dapat sembuh lebih cepat dibandingkan dengan operasi terbuka pada sendi.


Penatalaksanaan1,2

§ Analgetik

Analgetik yang sering digunakan adalah asetaminofen. Ia dapat mengurangi rasa nyeri namun tidak dapat mengurangi inflamasi. Dapat juga menggunakan krim atau gel untuk mengurangi nyeri sementara waktu.

§ Preparat kodein

Diberikan dalam kombinasi dengan asetaminofen, bila nyeri tidak dapat diatasi dengan pemberian asetaminofen saja.

§ NSAID (Nonsteroidal anti-inflammatory drugs)

Pemberian NSAID dapat mengurangi nyeri sekaligus pembengkakan, serta mengurangi rasa kaku pada sendi. Namun, NSAID tidak dapat mencegah kerusakan senid lebih lanjut. NSAID dapat mengurangi nyeri pada dosis rendah, dan mengurangi inflamasi pada dosis lebih tinggi.

Efek samping umum yang sering terjadi antara lain nyeri ulu hati, diare dan nyeri perut. Pada pasien usia lanjut, gangguan fungsi ginjal, riwayat gastritis atau ulkus peptikum, dan gagal jantung kongestif atau yang pernah mendapat serangan jantung atau stroke, penggunaan NSAID perlu diperhatikan.

Untuk menggurangi nyeri, inflamasi dan meminimalisasi efek samping gastrointestinal, NSAID juga dapat diberikan secara topikal.

§ Kortikosteroid

Pada osteoartritis lanjut, injeksi kortikosteroid dapat membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan mobilitas. Kortison merupakan kortikosteroid yang mengurangi inflamasi dan pembengkakan. Kortison buatan dapat disuntikkan ke dalam sendi. Namun, penyuntikan ini hanya dapat dilakukan sesekali, karena kortikosteroid dapat melemahkan kartilago dan melepaskan mineral dari tulang (sehingga melemah), sehingga dapat mengakibatkan kelemahan sendi yang lebih berat.

§ Viscosuplementasi

Suatu gel diinjeksikan ke dalam sendi, di mana gel ini dapat melumasi kartilago, mengurangi nyeri dan meningkatkan pergerakan sendi lutut. Viscosuplementasi ini dapat membantu menghilangkan gesekan pada sendi.

§ Pembedahan

Jika salah satu sendi mengalami kerusakan berat atau jika nyeri terlalu hebat, maka mungkin diperlukan tindakan operatif. Arthroscopy dapat dilakukan untuk membersihkan debris-debris kartilago dari sendi. Pada kerusakan berat dari sendi dapat dilakukan rekonstruksi atau operasi penggantian sendi. Operasi penggantian sendi umumnya dilakukan untuk mengganti sendi pangul dan lutut. Penggantian ini dapat menghilangkan nyeri dan emngembalikan kemampuan pergerakan dan fungsi sendi menjadi normal. Sendi buatan dapat bertahan selama 10-20 tahun sebelum diganti kembali. Oleh karena itu, jenis operasi ini hanya dilakukan bila memang jelas diperlukan.

§ Olahraga

Olahraga dapat membantu mengurangi nyeri dan mencegah kerusakan sendi lebih lanjut, serta mempertahankan berat badan yang normal, sehingga mengurangi beban pada sendi.

Sendi yang nyeri bila tidak digerakkan akan menyebabkan otot-otot di sekitarnya menjadi lemah, sehingga menyebabkan nyeri. Untuk itu diperlukan fisioterapi berupa:

- Latihan penguatan otot, untuk meningkatkan kekuatan dan tonus otot, sehingga akan menstabilkan dan melindungi sendi yang mengalami osteoartritis serta mengurangi nyeri

- Latihan untuk meningkatkan range of motion, untuk mengembalikan pergerakan sendi yang normal dan menghilangkan kekakuan.

- Olahraga low impact seperti berjalan, bersepeda, dan berenang, yang kurang memberi beban pada sendi

Otot dan jaringan lain yang menahan sendi akan melemah bila tidak digerakkan, sehingga sendi akan kehilangan bentuk dan fungsinya. Latihan dan olahraga akan membantu mengurangi keluhan dan gejala-gejala osteoartritis serta membuat pasien merasa lebih baik.

§ Kompres hangat/dingin

Pemberian air hangat dapat membantu merelaksasi otot-otot, serta mengurangi nyeri pada sendi. Misalnya dengan mandi air hangat. Sedangkan pemberian air dingin dapat membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan pad sendi. Contohnya dengan meletakkan kantong es pada daerah yang sakit.

Panas yang diaplikasikan pada daerah artritis dapat mengurangi nyeri, kekakuan dan spasme otot. Ia juga meningkatkan sirkulasi darah, yang akan menutrisi serta mendetoksifikasi serat-serat otot. Pasien dapat dianjurkan untuk mandi air hangat sebelum berolahraga. Namun tidak boleh memberi panas secara langsung pada sendi yang sakit. Pemberian kompres dingin pada sndi yang sakit mengurangi nyeri dan pembengkakan dengan vasokonstriksi pembuluh darah.

§ Perlindungan sendi

Melindungi sendi di sini maksudnya adalah menggunakan sendi dengan cara-cara yang terhindar dari stress sendi secara berlebihan. Dengan cara ini nyeri dapat berkurang dan pekerjaan juga lebih mudah dilakukan. Tiga teknik utama yang dapat dilakukan untuk melindungi sendi, yaitu:

- Melakukan tugas yang berat atau yang berulang-ulang berselang-seling dengan tugas yang lebih ringan atau beristirahat sebentar, untuk mengurangi stress pada sendi yang sakit dan memungkinkan otot untuk beristirahat.

- Posisi sendi yang baik dapat membantu mengurangi stress pada sendi. Gunakan sendi yang lebih besar dan lebih kuat untuk membawa beban. Contohnya lebih baik membawa tas di bahu, daripada membawanya di tangan. Juga hindari mempertahankan posisi yang sama pada waktu yang lama.

- Menggunakan alat-alat bantu, seperti tongkat, kereta belanja, kereta bagasi, serta alat-alat rumah tangga yang mempermudah dalam pekerjaan sehari-hari.

Hal lain yang dapat mebantu yaitu dengan mempertahankan berat badan yang ideal untuk mengurangi risiko terjadinya osteoartritis pad sendi lutut, dan mengurangi rasa nyeri dengan mengurangi stress pada sendi.

§ Suplemen 2

Chondroitin Sulfate


Glucosamine


MSM (Methylsulfonylmethane)

Berasal dari:

Merupakan komponen tulang rawan, tulang, dan tendon manusia. Pada suplemen, kondroitin biasanya berasal dari produk sapi atau babi


Merupakan komponen utama dari tulang rawan sendi. Suplemennya berasal dari kerang, udang, kepiting, atau lobster


Komponen sulfur organik yang secara alami dapat ditemukan dalam buah-buhan, sayuran, kacang-kacangan, hewan dan manusia

Kegunaan

Mengurangi nyeri dan inflamasi, meningkatkan fungsi sendi dan memper- lambat progresivitas OA


Memperlambat deteriorisasi tulang rawan, menghilangkan nyeri pada osteoartritis, serta meningkatkan mobilitas sendi


Mengurangi nyeri dan inflamasi

Chondroitin Sulfate


Glucosamine


MSM (Methylsulfonylmethane)

Cara kerja

Dipercaya mampu meningkat- kan kemampuan kolagen dalam meredam benturan dan menghalangi kerja enzim yang merusak tulang rawan. Namun, kondroitin sulfat tidak terbukti dapat mengembalikan tulang rawan yang hilang. Umumnya memerlukan waktu 2-4 bulan untuk bekerja


Glukosamin memberikan material alami untuk menumbuhkan, memperbaiki dan mempertahankan tulang rawan, membantu tulang rawan untuk menyerap air, dan mempertahankan sendi tetap dilumasi. Efeknya mirip dengan NSAID namun membutuhkan waktu dua kali lebih lama untuk dapat memberikan hasil


MSM merupakansulfur organik yang dipelajari dalam hubungan dengan osteoartritis. Sulfur diperlukan untuk membentuk jaringan ikat

Penelitian

Terdapat dua penelitian besar yang menunjukkan peningka- tan terhadap nyeri dan inflamasi, serta peningkatan fungsi sendi. Beberapa pasien yang menggunakan kondroitin mampu mengurangi dosis NSAID yang digunakannya


Sejumlah penelitian menunjuk kan bahwa glukosamin ber- manfaat pada pasien osteoartritis yang mengalami nyeri sedang. Belum ada bukti bahwa glukosamin dapat mengembalikan sendi yang telah rusak


Beberapa penelitian hewan menunjukkan bahwa MSM dapat meringankan inflamasi. Suatu penelitian terhadap manusia menunjukkan menghilangnya gejala artritis.

Yang perlu diperhatikan (efek samping)

Diare, konstipasi dan nyeri abdomen. Beberapa tablet kondroitin mengandung kadar mangan yang tinggi, yang dapat menimbulkan masalah di kemudian hari


Gangguan perut ringan, nausea, heartburn, diare, konstipasi, peningkatan kadar glukosa darah, kolesterol, trigliserida, dan tekanan darah. Jangan digunakan bila terdapat alergi pada udang, kepiting, dsb. Perhatikan, pada pasien DM pemberian glukosamin dapat meningkat- kan kadar glukosa darahnya.


Efek samping dari MSM belum bayak diketahui karena masih sangat sedikit penelitian yang menggunakan MSM ini

Source: Diane Welland; 2002-2003 Supplement Guide; The Arthritis Foundation, 2002






DAFTAR PUSTAKA

1.Osteoarthritis. http://www.medicinenet.com/osteoarthritis/article.htm

2.Osteoarthritis.http://www.arthritis.ca/types%20of%20arthritis/osteoarthritis/ default.asp?s=1

3.Sjamsuhidajat R. Buku Ajar Ilmu Bedah. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta, 1997. hal 1236-7

4.Osteoarthritis. http://orthoinfo.aaos.org/fact/thr_report.cfm?Thread_ID=365

Tidak ada komentar: